#

IbM Mekanisasi Tambang Minyak Tradisional Desa Ledok Kabupaten Blora

By: p3m 2022-06-09 2

Sebagaiwujud Tri Dharma perguruan tinggi yaitu kegitan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu kegiaan pegabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Ir. Agus Dwi Korawan, MT dan Tim adalah kegiatan Mekanisasi Tambang Minyak Tradisional Desa Ledok.

Kegiatan penambangan minyak tradisional di Desa Ledok, sesuai dengan yang disampaikan Ismawan (Jurnal Ekonomi Rakyat, 1 Maret 2002) dapat dikategorikan dalam kegiatan ekonomi kerakyatan yang pada kenyataannya merupakan suatu “jaring pengaman sosial” bagi kelompok masyarakat bawah yang menggantikan ketiadaan pelayanan dasar yang semestinya disediakan oleh pemerintah. Sebagian masyarakat pada kegiatan ini berada dalam tahapan bertahan hidup (survival) dan menjadikan aktivitas yang dijalaninya sebagai persiapan untuk masuk kedalam kegiatan ekonomi lain yang lebih “mapan” meskipun beberapa yang lain menjadikan kegiatan mereka sebagai profesi dan mereka mampu menghidupi keluarganya secara relatif “memadai”.

 Lapangan Minyak Ledok merupakan bagian dari daerah operasional Pertamina di Cepu yang pertama kali ditemukan oleh Adrian Stoop pada tahun 1890, saat ini sumur minyak yang sudah tidak berproduksi sebanyak 231 sumur dan yang masih berproduksi (dikelola oleh pertamina) sebanyak 21 sumur.

 Permasalahan prioritas mitra adalah masalah bidang produksi disebabkan oleh rusaknya mesin angkat yang mengakibatkan poduksi terhenti, dan masalah bidang manajemen yaitu skil mitra tidak memadai karena pendidikan formal rendah dan pengetahuan tentang permesinan kurang.

 Tujuan dari kegiatan Ibm adalah untuk mengatasi masalah produksi, yaitu perbaikan pesawat angkat, sehingga mitra bisa kembali menambang minyak mentah, dan juga meningkatkan skil sehingga bisa merencana, mempebaiki dan merawat sendiri peralatan yang dimilikinya.

Setelah dilakukan perbaikan dan perawatan pesawat angkat, yang meliputi perbaikan mesin diesel, system transmisi sabuk V, Sistem transmisi roda gigi persneling, system pengereman, penggantian tali sling dsb, maka tambang minyak tradisional bisa beroperasi kembali. Setelah dilakukan rincian biaya operasional dan hasil setiap bulanya, ternyata masih menguntungkan.