Paten

PATEN (PATENT)

\r\n

\r\n

Apa itu Paten ?

\r\n

Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri penemuannya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada orang lain untuk melaksanakannya (Pasal 1 ayat 1 UU tentang Paten).

\r\n

Apakah yang dimaksud dengan inventor ?

\r\n

Inventor adalah seorang yang secara sendiri atau beberapa orang yang secara bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan invensi (temuan).

\r\n

Siapakah pemegang Paten ?

\r\n

Pemegang paten adalah inventor sebagai pemilik paten atau pihak yang menerima hak tersebut dari pemilik paten atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak tersebut, yang terdaftar dalam Daftar Umum Paten.

\r\n

Apakah yang harus dihindari sebelum permintaan Paten diajukan ?

\r\n

Yang harus dihindari sebelum permintaan Paten diajukan adalah pengungkapan atau mempublikasikan secara umum hasil penelitian atau penemuan dalam jangka waktu lebih dari 6 (enam) bulan sebelum permintaan paten diajukan. Pengungkapan suatu hasil penemuan dan atau penelitian dapat terjadi dalam 3 (tiga) cara yaitu; Melalui penguraian teknik dengan tulisan yang dipublikasikan, Melalui penguraian produk dan atau cara penggunaannya di depan umum, Melalui pameran produk, dapat berupa suatu pameran internasional di Indonesia atau di luar negeri yang resmi atau diakui sebagai resmi atau berupa suatu pameran nasional di Indonesia yang resmi atau diakui sebagai resmi.

\r\n

Ada berapa macam sistem pendaftaran Paten ?

\r\n

Ada 2 macam sistem pendaftaran paten dalam rangka perlindungan hukum, yaitu; Sistem First to File adalah suatu sistem yang memberikan hak paten bagi mereka yang mendaftar pertama atas invensi baru sesuai dengan persyaratan. Sistem First to Invent adalah suatu system yang memberikan hak paten bagi mereka yang menemukan inovasi pertama kali sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

\r\n

Sistem apa yang dianut oleh pemerintah Indonesia ?

\r\n

Dalam memberikan hak paten kepada pengusul, pemerintah Indonesia mengacu pada sistem First to File.

\r\n

Apakah yang dimaksud dengan klaim itu ?

\r\n

Klaim adalah bagian terpenting dari suatu invensi (penemuan) yang dimintakan perlindungan, dan di dalam klaim diungkapan semua kelebihan teknik dari invensi tersebut. 80

\r\n

Apa perbedaan antara Paten dengan Paten sederhana (Utility Models) ?

\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
\r\n

NO

\r\n
\r\n

URAIAN

\r\n
\r\n

PATEN

\r\n
\r\n

PATEN SEDERHANA

\r\n
\r\n

1

\r\n
\r\n

Yang diperiksa

\r\n
\r\n

Kebaruan (novelty), langkah inventif, dapat diterapkan dalam industri

\r\n
\r\n

Kebaruan (novelty)

\r\n
\r\n

2

\r\n
\r\n

Masa Berlaku

\r\n
\r\n

20 tahun terhitung sejak penerimaan permintaan paten

\r\n
\r\n

10 tahun, terhitung sejak tanggal pemberian paten

\r\n
\r\n

3

\r\n
\r\n

Jumlah Klaim

\r\n
\r\n

1 (satu) atau lebih dari satu

\r\n
\r\n

1 (satu)

\r\n
\r\n

\r\n

Penemuan apa saja yang tidak dapat diberikan perlindungan paten ?

\r\n

Yang tidak dapat diberikan perlindungan paten adalah (UU Paten, pasal 7); Proses atau produk yang pengumuman dan penggunaan atau pelaksanaannya bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku seperti, moralitas agama, ketertiban umum atau kesusilaan (Bahan peledak), Metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan, Teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika, Semua mahluk hidup, kecuali jasad renik dan Proses biologis yang esensial untuk memproduksi tanaman atau hewan, kecuali proses mikrobiologis.

\r\n

Apakah suatu inovasi yang akan didaftarkan harus dihasilkan dari kegiatan penelitian atau pengembangan terlebih dahulu ?

\r\n

Ya, suatu invensi yang akan dimintakan perlindungan hak paten terlebih dahulu harus melalui proses penelitian dan pengembangan.

\r\n

Apakah yang harus dilakukan inventor (penemu) sebelum mengajukan permintaan paten ?

\r\n

1. Melakukan penelusuran (searching) informasi paten di beberapa Website, antara lain http://www.dgip.go.id , http://www.uspto.gov , http://www.jpo.gov, http://www.epo.gov.

\r\n

2. Melakukan analisa, apakah ada cirri khusus dari invensi yang akan diajukan untuk mendapat perlindungan hak paten dibandingkan dengan invensi terdahulu. (3) Mengambil keputusan Jika invensi tersebut ternyata memang ada nilai kebaruan dari pada invensi terdahulu, maka sebaiknya diajukan untuk mendapat perlindungan hak paten dan jika tidak seyogyanya tidak perlu diajukan untuk menghindari kerugian biaya pendaftaran paten.

\r\n

Apa itu Hak Prioritas ?

\r\n

Hak Prioritas adalah hak Pemohon untuk mengajukan permohonan yang berasal dari negara yang tergabung dalam Paris Convention for the protection of industrial property atau agreement establishing the world trade organization untuk memperoleh pengakuan bahwa tanggal penerimaan di negara asal merupakan tanggal prioritas di negara tujuan yang juga anggota salah satu dari kedua perjanjian itu selama pengajuan tersebut dilakukan dalam kurun waktu yang telah ditentukan berdasarkan Paris Convention tersebut.

\r\n

Apakah yang dimaksud dengan Pelanggaran dan Sanksi ?

\r\n

Untuk kepentingan pendidikan, penelitian, percobaan, atau analisa, termasuk kegiatan untuk keperluan uji bioekivalensi atau bentuk pengujian lainnya, sepanjang tidak merugikan kepentingan yang wajar dari Pemegang Paten, dianggap bukan merupakan pelanggaran pelaksanaan Paten yang dilindungi. Ketentuan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi pihak yang betul-betul memerlukan penggunaan invensi semata-mata untuk penelitian dan pendidikan. Sedangkan yang dimaksud dengan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari Pemegang Paten adalah agar pelaksanaan atau penggunaan invensi tersebut tidak digunakan untuk kepentingan yang mengarah kepada eksploitasi untuk kepentingan komersial sehingga dapat merugikan bahkan dapat menjadi kompetitor bagi Pemegang Paten. Selain itu, ketentuan sanksi lainnya antara lain diatur sebagai berikut :

\r\n

1. Menggunakan proses produksi yang diberi Paten, atau membuat, menggunakan, menjual, mengimpor, menyewakan, menyerahkan, atau menyediakan untuk dijual atau disewakan atau diserahkannya produk atau proses yang diberi Paten, dipidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

\r\n

2. Membuat, menggunakan, menjual, mengimpor, menyewakan, menyerahkan, atau menyediakan untuk dijual atau disewakan atau diserahkannya produk atau alat yang diberi Paten sederhana, dipidana penjara paling lama 2 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah).

\r\n

3. Tindak pidana dalam Paten merupakan delik aduan.

\r\n

Tata Cara Mengajukan Permohonan

\r\n

Mengajukan surat permohonan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM (Ditjen HKI-Dephuk & HAM) dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan formulir permohonan paten yang memuat:

\r\n

1. Tanggal, bulan dan tahun permohonan;

\r\n

2. Alamat lengkap dan alamat jelas orang yang mengajukan permohonan paten;

\r\n

3. Nama lengkap dan kewarganegaraan inventor.

\r\n

4. Nama lengkap dan alamat kuasa (apabila permohonan paten diajukan melalui kuasa)

\r\n

5. Surat kuasa khusus (dalam hal permohonan diajukan melalui kuasa).

\r\n

6. Pernyataan permohonan untuk diberi paten;

\r\n

7. Judul invensi;

\r\n

8. Klaim yang terkandung dalam invensi;

\r\n

9. Deskripsi tentang invensi, yang secara lengkap memuat keterangan tentang cara melaksanakan invensi;

\r\n

10. Judul invensi yaitu susunan kata-kata yang dipilih untuk menjadi topik invensi. Judul tersebut harus dapat menjiwai inti invensi;

\r\n

11. Dalam menentukan judul harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

\r\n

a. Kata-kata atau singkatan yang tidak dapat dipahami maksudnya sebaiknya dihindari;

\r\n

b. Tidak boleh menggunakan istilah merek perdagangan atau perniagaan;

\r\n

12. Bidang teknik invensi, yaitu menyatakan tentang bidang teknik yang berkaitan dengan invensi;

\r\n

13. Latar belakang invensi yang mengungkapkan tentang invensi terdahulu beserta kelemahannya dan bagaimana mengatasi kelemahan tersebut yang merupakan tujuan dari invensi;

\r\n

14. Uraian singkat invensi yang menguraikan secara ringkas tentang fitur-fitur dari klaim mandiri;

\r\n

15. Uraian singkat gambar (bila ada) yang menjelaskan secara ringkas keadaan seluruh gambar yang disertakan;

\r\n

16. Uraian lengkap invensi yang mengungkapkan isi invensi sejelas-jelasnya terutama fitur yang terdapat pada invensi tersebut dan gambar yang disertakan digunakan untuk membantu memperjelas invensi.

\r\n

Pelayanan Yang Disediakan Oleh Sentra HKI STTR Cepu

\r\n

1. Membantu mengurus permohonan paten, sampai dengan sertifikat paten diberikan.

\r\n

2. Memberikan layanan penulisan dokumen permohonan paten. (Indiskripsi & klaim temuan)

\r\n

3. Menyelenggarakan pelatihan/ konsultasi/ pelayanan penulisan dokumen paten, penelusuran paten, dll

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

SENTRA HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

\r\n

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI RONGGOLAWE CEPU

\r\n

Alamat : Jl. Kampus Ronggolawe Blok B-1 Cepu Blora

\r\n

Phone : 0296422322/081228580099; Fax : 0296425429

\r\n

E-mail : sentrahki@sttr.ac.id; Website http://hki.sttr.ac.id

\r\n

\r\n

\r\n

No. Pendaftaran : ..... /HKI-STTR Cepu/...../.........

\r\n

Tanggal : .................................................

\r\n

\r\n

\r\n

Tanda Terima

\r\n

Permintaan Pendaftaran Paten

\r\n

\r\n

\r\n

Nama. Pendaftar :

\r\n

Alamat/ Telepon :

\r\n

Judul Invensi :

\r\n

Jenis Paten : a) Sederhana

\r\n

b) Biasa

\r\n

\r\n

Kelengkapan adminitrasi

\r\n

\r\n

1. Isian Formulir Paten (Rangkap 2)

\r\n

2. Dokumen Paten (Rangkap 2)

\r\n

3. Fotokopi KTP (Rangkap 2)

\r\n

4. Surat Pernyataan (Rangkap 2, 1 Bermaterai 6000)

\r\n

5. ...........................................................

\r\n

\r\n

\r\n

Penerima,

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

\r\n

.................................

 


Powered by UPT PIMK STTR Cepu@2010 Integrated of Information System Project